berita industri terbaru di rhoda jaya surabaya

J&T Kembangkan Infrastruktur Logistik


Adapun panjang total jalur conveyor saat ini mencapai 783 meter dengan kapasitas penanganan maksimum rata-rata mencapai 950.000 paket per hari. "Ke depannya kita akan melakukan automatic sorting machine. Jadi di mana, untuk pembagian paket itu akan dilakukan oleh mesin, sehingga tingkat efiensi dan tingkat akurasinya akan jauh lebih tinggi," kata Key Account Manager J&T Express Iwan Senjaya.  Dia mengatakan dengan penggunaan mesin sortir otomatis, maka dinilai bisa meningkatkan kurasi hingga 90%. "Karena bisa mengurangi human error dengan tingkat kurasi sekitar 90%," ungkapnya.   Namun, dia masih belum memastikan kapan pengembangan mesin sorting otomatis tersebut. Sejauh ini J&T masih menggunakan conveyor belt yang berlokasi di Rawa Bokor, Tangerang, dan Pasar Rebo, Jakarta.  "Pusat sorting (gateway) sekarang yang menggunakan conveyor belt ada dua, satu di Rawa Bokor dan satu lagi di daerah Pasar Rebo," jelasnya. Sedangkan untuk Bandung, Semarang dan Surabaya tengah dalam tahap pembangunan yang akan selesai dalam waktu dekat. Khusus di Bandung, kata dia, akan berdiri di lahan yang cukup luas dibandingkan dengan yang ada saat ini. "Jadi total kita punya 56 titik di seluruh Indonesia untuk yang kita sebut hub atau gate way yang kurang lebih semua sudah menggunakan conveyor," katanya.  Di sisi lain, dia menyebut J&T sudah menjangkau 90% wilayah Indonesia dan akan terus memperluas titik-titik layanan yang masih belum dijangkau. "Secara overall 90% kita menjangkau titik layanan di seluruh Indonesia. Jadi tidak ada masalah untuk masalah jangkauan. rhoda jaya


Rhoda Jaya, Surabaya – Perusahaan jasa pengiriman ekspres, J&T Express, akan mulai mengembangkan mesin sorting otomatis guna menghindari tingkat kesalahan yang dilakukan manusia (human error) dalam pemilihan paket. Pengembangan infrastruktur tersebut merupakan inovasi yang akan dilakukan perusahaan disamping mesin sortir yang sudah ada yaitu dengan conveyor belt. Ini juga merupakan tingkat kebutuhan mengingat tren dagang-el (e-commerce) semakin menggeliat.

Adapun panjang total jalur conveyor saat ini mencapai 783 meter dengan kapasitas penanganan maksimum rata-rata mencapai 950.000 paket per hari. “Ke depannya kita akan melakukan automatic sorting machine. Jadi di mana, untuk pembagian paket itu akan dilakukan oleh mesin, sehingga tingkat efiensi dan tingkat akurasinya akan jauh lebih tinggi,” kata Key Account Manager J&T Express Iwan Senjaya.

Dia mengatakan dengan penggunaan mesin sortir otomatis, maka dinilai bisa meningkatkan kurasi hingga 90%. “Karena bisa mengurangi human error dengan tingkat kurasi sekitar 90%,” ungkapnya.
Namun, dia masih belum memastikan kapan pengembangan mesin sorting otomatis tersebut. Sejauh ini J&T masih menggunakan conveyor belt yang berlokasi di Rawa Bokor, Tangerang, dan Pasar Rebo, Jakarta.

“Pusat sorting (gateway) sekarang yang menggunakan conveyor belt ada dua, satu di Rawa Bokor dan satu lagi di daerah Pasar Rebo,” jelasnya. Sedangkan untuk Bandung, Semarang dan Surabaya tengah dalam tahap pembangunan yang akan selesai dalam waktu dekat. Khusus di Bandung, kata dia, akan berdiri di lahan yang cukup luas dibandingkan dengan yang ada saat ini. “Jadi total kita punya 56 titik di seluruh Indonesia untuk yang kita sebut hub atau gate way yang kurang lebih semua sudah menggunakan conveyor,” katanya.

Di sisi lain, dia menyebut J&T sudah menjangkau 90% wilayah Indonesia dan akan terus memperluas titik-titik layanan yang masih belum dijangkau. “Secara overall 90% kita menjangkau titik layanan di seluruh Indonesia. Jadi tidak ada masalah untuk masalah jangkauan.”

 

Sumber : bisnis.industri.com